Aquaponik adalah salah satu bentuk teknologi yang menggabungkan aktivitas pertanian, dengan perikanan. Jadi, dalam sekali produksi bisa menghasilkan 2 produk berbeda, yakni ikan, dan hasil tanaman. Meskipun begitu, tidak semua tanaman bisa dibudidayakan dengan sistem aquaponik. Oleh karenanya, kalau berencana mencoba sistem ini harus tahu jenis tanaman untuk aquaponik.
Berbeda dengan sistem tanam konvensional, aquaponik tidak memakai pupuk sebagai suplai nutrisi tanaman. Nutrisi didapatkan dari kotoran dan sisa makanan ikan, yang berupa nitrit organik, dan amonia. Jadi, bisa dibilang kalau aquaponik adalah metode bercocok tanam organik, karena tanaman bebas dari zat kimia. Tidak heran kalau kualitas tanaman yang dihasilkan juga lebih bagus.
10 Jenis Tanaman untuk Aquaponik
1. Kangkung
Tumbuhan yang identik hidup di tempat berair ini sangat cocok ditanam dengan sistem aquaponik. Kangkung air, maupun darat bisa tumbuh dengan baik menggunakan metode pasang surut, rakit apung, dan NFT. Selain bibitnya mudah didapatkan, kangkung juga terkenal memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Jadi, masa panen bisa lebih singkat.
Jenis kangkung air misalnya, dalam kurun waktu sekitar 1 bulan saja kamu sudah bisa panen perdana. Sedangkan masa panen selanjutnya dapat dilakukan setelah 4-7 hari kemudian. Meskipun begitu, kamu juga harus waspada dengan beberapa hama, seperti jamur, ulat, serta bakteri pembusuk yang bisa merusak bagian batang dan daun tumbuhan kangkung.
2. Selada
Tanaman satu ini memang memiliki harga jual cukup menjanjikan, dan kebutuhan pasar akan daun selada juga terbilang tinggi. Jadi, tidak ada salahnya kalau kamu menanamnya dengan sistem aquaponik, sehingga selada tidak gampang layu. Perawatan selada juga cukup mudah, hanya perlu memeriksa secara rutin untuk memastikan tidak ada hama pengganggu.
Selada biasanya dikonsumsi sebagai salad, maupun produk fast food seperti sandwich, dan hamburger. Jika ditanam secara aquaponik, masa rasanya akan lebih segar, renyah, dan enak. Umur untuk memanen selada sendiri berkisar antara 30 – 35 hari setelah masa tanam.
3. Sawi
Siapa yang tidak mengenal sawi? Tanaman ini merupakan salah satu sayuran favorit masyarakat Indonesia. Selain memiliki rasa khas yang enak, sawi juga mengandung berbagai vitamin dan nutrisi yang baik untuk tubuh. Di samping itu, harganya terbilang sangat terjangkau. Tidak mengherankan kalau sawi begitu diminati.
Sawi sendiri terdiri atas beragam jenis, seperti sawi jabung, sawi hi huma, sawi hijau, sawi keriting, sawi bakso, dan sawi monumen. Menariknya, tanaman ini bisa beradaptasi di berbagai area, baik kering maupun tergenang air. Jadi, cocok ditanam di aquaponik. Masa panen sawi terbilang cukup cepat, yakni mulai 40 – 45 hari setelah masa tanam.
4. Bayam
Sayuran hijau yang kaya akan zat besi satu ini memang sangat populer di tanah air. Selain bagian daun dan batangnya dapat dikonsumsi sebagai makanan, bagian biji bayam ternyata juga adalah sumber karbohidrat, dan mulai banyak dikembangkan sebagai solusi makanan diet. Berdasarkan cara penennya, bayam dibagi atas 2 macam, yaitu bayam cabut, dan petik.
Dengan menanam bayam di aquaponik, maka kebutuhan nutrisi tanaman ini bisa terpenuhi dengan baik. Selain itu, bayam memiliki kemampuan adaptasi sangat tinggi. Tanaman untuk aquaponik yang satu ini dapat dipanen dalam waktu relatif cepat, yakni 20 – 25 hari sejak pembibitan.
5. Kemangi
Di Indonesia, biasanya kemangi dijadikan sebagai sayuran lalap yang kerap disandingkan dengan sambal pedas. Tumbuhan ini mempunyai aroma sangat khas, yang merupakan perpaduan lembut namun kuat. Seperti bayam, pembudidayaan tumbuhan ini juga terbilang mudah. Kabar baiknya adalah, kamu juga bisa menanam kemangi dengan sistem aquaponik.
Perkembangbiakan kemangi lebih ideal kalau dilakukan dengan menyemai biji. Dengan begitu, maka hasilnya juga bisa lebih maksimal. Masa panen kemangi memang cukup lama dibandingkan dengan tanaman lain yang sudah dibahas di atas. Kamu harus sabar menunggu dan merawatnya selama sekitar 50 hari sebelum bisa panen perdana.
6. Tomat
Memiliki rasa asam dan manis yang khas, buah sayuran satu ini memang akrab dipadukan dengan berbagai macam masakan, maupun dikonsumsi mentah. Tomat sebenarnya termasuk jenis tanaman yang tidak suka air menggenang. Namun tetap membutuhkan cukup air supaya bisa tetap bertahan hidup, dan menghasilkan buah yang berkualitas.
Tomat dapat ditanam secara aquaponik dengan menerapkan sistem tetes, atau pasang surut. Sehingga asupan air tetap terjaga, dan seimbang. Biasanya, tomat yang ditanam aquaponik akan lebih subur, dan kesegaran buah tetap terjaga. Untuk masa panennya, maka kamu harus menunggu mulai 65 hingga 70 hari sejak bibit disemai. Jadi, memang cukup lama.
7. Cabai
Buah dengan rasa pedas ini merupakan salah satu bahan masakan yang wajib ada di dapur Indonesia. Tidak sah rasanya kalau memasak makanan tanpa menggunakan cabai. Meskipun tergolong jenis tumbuhan yang anti air, namun bukan berarti cabai tidak bisa ditanam dengan sistem aquaponik. Metode yang cocok adalah sistem irigasi tetes.
Cabai terkenal sensitif dengan perubahan cuaca ekstrim. Misalnya di musim penghujan, maka bunganya bisa cepat rontok, dan pohon akan mudah terserang hama. Biasanya budidaya cabai akan lebih berhasil saat dilakukan di musim panas. Masa panennya sendiri berkisar mulai dari 70 hingga 90 hari. Khususnya untuk jenis tanaman cabai merah.
8. Seledri
Tumbuhan obat yang juga digunakan sebagai bumbu pelengkap berbagai masakan ini juga bisa ditanam secara aquaponik, khususnya sistem tetes. Meskipun lebih terkenal sebagai penyedap masakan seperti sup. Namun sebenarnya tumbuhan ini adalah obat ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti sakit perut, dan hipertensi.
Saat menanam seledri, sebaiknya waspada akan serangan hama, seperti kutu kecil hijau, dan ulat. Sedangkan umur panennya terbilang cukup lama, yaitu sekitar 120 hari setelah bibit disemai.
9. Bawang Putih
Mungkin tidak begitu banyak yang menyangka kalau budidaya bawang putih bisa diterapkan dengan sistem aquaponik, khususnya metode tetes, dan pasang surut. Jadi, pengairan bisa diatur sedemikian rupa sehingga tanaman tetap subur, dan ikan bisa tumbuh dengan baik. Apalagi, bawang putih adalah bumbu wajib dapur yang sangat menguntungkan untuk dijual.
9. Pakcoy
Sayuran yang lebih dikenal dengan nama sawi sendok ini memang sangat lezat disantap. Bukan hanya itu, manfaatnya untuk tubuh juga sangat banyak. Wajar saja kalau budidaya pakcoy dilirik oleh banyak kalangan. Kalau kamu suka sayuran ini, tapi tidak memiliki cukup lahan untuk menanam, maka bisa menanam pakcoy dengan cara aquaponik.
Umumnya, daun pakcoy akan mulai tumbuh setelah beberapa hari disemai di media tanam. Sedangkan masa panennya adalah sekitar 40 – 60 hari (dari biji). Kamu bisa menerapkan sistem aquaponik pasang surut untuk menanam sawi sendok.
Selain beberapa jenis tanaman di atas, sebenarnya masih ada beberapa jenis tanaman untuk aquaponik lain yang bisa dijadikan referensi. Contohnya adalah, basil, siwak, bawang merah, dan lainnya. Namun, kamu juga harus bisa menyesuaikan jenis tanaman, dengan daerah tempat tinggal. Karena tidak semua tanaman memiliki kemampuan adaptasi yang baik.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·